Postingan

Masuk Rumah Sakit Saat Pandemi Covid-19

 Assalamu'alaikum Horror ga tuh judulnya? Siapa yang mau hayo? Ga ada sih, yakin saya. Tapi kalau memang kenyataan harus berangkat karena emang harus, bagaimana coba? Tapi hampir semua ketakutan itu sebenarnya tidak nyata, dia adalah hasil dari pemikiran yang dibuat, parahnya jika tidak mendapat data dan fakta untuk jadi bahan komparasi, bisa jadi ke- horror -an bisa jadi nyata, parahnya bisa mendorong kepada keputusan tidak tepat. Bingung ga? Intinya kalau sampai ketakutan itu menguasai, maka selanjutnya pasti tidak tepat keputusan yang diambil :) Orang yang paling saya kasihi sudah sakit sejak lama. Bukan sakit sembarangan. Ini berhubungan dengan organ tubuh inti yang fungsinya primer. Vonis dari yang mulai "insyAllah bisa sembuh" sampai "baiklah, u have only 1 years left " sudah pernah kami dengar. Tapi kan umur kuasa Allah dan kita harus mempercayai teguh demikian. Kebayang kan separah apa sih, sampai vonis kedua itu harus meluncur dari mulut dokter spesial...

Oktober ini, dan masih -sedang ada- Covid 19

 Assalamu'alaikum... Terhitung 2019 Februari sama sekali tidak menulis di blog. Bukan karena ga ada ide, tapi Instagram luar biasa mengambil alih perhatian saya untuk urusan eksistensi di dunia maya ini. Akan tetapi belakangan mulai menyadari, menulis panjang tetap lebih nyaman di Blog. Lebih bebas, karena di platform ini sejujurnya saya lebih bebas dan tanpa ekspektasi. Maret pertengahan 2020, Najma dan Ludi terakhir datang ke sekolah dan berangkat les menggambar di Kanvas Ilmu. Untuk kemudian ahad malam 2 hari kemudian, datang pemberitahuan soal dihentikan sementaranya Sekolah sebab ada wabah yang berbahaya. Pasti semua masih ingat, suasana awal pandemi ini. Dimana masack  lockdown  atau isolasi wilayah ini cukup membuat kegiatan manusia terhenti. Jalanan sepi, pedagang pinggir jalan sedikit sekali, cafe dan restoran tutup, armada umum juga ojek online berhenti operasi. Suasananya sukses membangkitkan imaji soal beginilah keadaan saat Train to Busan berlangsung (whe...

Februari ke-30 thank you!

Assalamu'alaikum Wr. Wb Saat menulis ini secara resmi tanggalan adalah 25 juni 2019, dan judul utama blog hari ini adalah Februari ke-30, ga ada sangkut paut. Hanya ingin menulis sedikit memori dan rasa syukur setelah akhirnya punya angka depan yang baru. Se-excited itu? Iyaaa.. nanti di bawah saya cerita ya guys :) Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan bertambah usia. Bisa "nyicipin" nikmat dunia sekaligus segala huru-haranya. Dan masih ada kesempatan memperbaiki diri. Karena percaya kan, banyak orang di sekeliling kita sudah pulang duluan. Dan itu cukup menjadi bukti bahwa suatu saat waktu kita hidup akan berhenti. Gitu kan ya? Di masa menjadi istri ini saya cukup dekat dengan Kakak ipar saya, sangat dekat malah. Banyak cerita kita bagi, sedih atau senang. Banyak momen terutama di perjalanan rumah tangga saya yang selalu ditemani oleh Kakak ipar saya (kakak perempuan). Darisitu saya banyak mendapat pelajaran tentang hidup dan orientasi berpikir saya berubah, ...

Februari yang ke-29

Gambar
Assalamu'alaikum Wr.Wb Woooow, Alhamdulillah Masya Allah sudah dikasih oleh Allah kesempatan menikmati keindahan dunia selama ini. Bertemu kembali bulan Februari. Dan yang sekarang, sudah ke 29. Ini seru. Sebab saya selalu menanti rasanya saya menikmati usia dengan angka depan yang baru. Semoga saya panjang umur ya. Di usia 28 tahun kemarin. Secara personality saya tidak terlalu banyak berubah, masih menjadi Saidah yang dulu. Tapi ada banyak pelajaran hidup yang saya dapat. Entah dari keluarga atau teman dekat. Tentang anak-anak. Alhamdulillah Najma dan Ludi suka berantem lucu gitu :D. Soalnya sudah pandai ngomong dua-duanya. Pandai argumentasi, pandai punya aturan sendiri dan banyak kepandaian lainnya. Di usia 5 tahun, Najma sudah pandai membaca dan menulis. Najma bisa menulis surat kepada saya jika dia sedang marah atau bahagia. Lucu sih. Kalau Ludi kemampuan fisiknya pesat sekali. Anak lelaki memang kecerdasan kinestetik lebih duluan berkembang ya di banding anak perempu...

Menikmati Peran

Gambar
Assalamu'alaikum Duniaaaa.. Jadi setiap hari harus janji mau berubah jadi lebih baik ya. Lalu selalu Refresh The Niah. Jadi semangat setiap hari, no drama, no bete, no mece-mece (ngedumel). Semua di jalani, disyukuri, dinikmati dan positif selalu. Pikir-pikir saya ini sejak menikah di tahun 2009 sampai sekarang 2017 hidup saya kebanyakan di rumah. Dengan kegiatan domestik yang ordinary sekali. Mulai dari pupelap (Nyapu - Ngepel - Ngelap) dan kerjaan urusan suami serta anak. Sudah 8 tahun tidak terlalu banyak kegiatan luaran. Meski Alhamdulillah tetap bisa keluar dan melakukan aktifitas yang saya suka serta masih bisa bertemu teman-teman. Chatting with adult itu perlu buat orang macam saya yang hidupnya sehari-hari bersama anak kecil. Menjaga kewarasan dan supaya tetap bahagia. Kalau ditanya, apakah saya menikmati? Alhamdulillah saya menikmati. Sebab ambisi saya sejak dulu memang maunya jadi Ibu Rumah Tangga yang urusannya ya amat rumahan. Serius. Sejak SMP sepertinya saya p...

Refresh The Niah

Gambar
Assalamu'alaikum..  Kadang kita suka bingung hidup kita mau kaya gimana? Suka ga tau arah nya ini mau kemana? Ga jelas apa yang dituju sebenarnya? Orientasinya cuma satu. Dunia. Ngeri ya.. Setiap malam sebelum tidur saya suka mikir sebentar, boleh lah dibilang merenung. Dalam bahasa islam bermuhasabah. Menghisab diri sendiri sebelum Yaumul Hisab sesungguhnya tiba. Apa yang sudah saya lakukan seharian ini sejak pagi? Sholatnya awal atau akhir hari ini? Sempat membaca Al Qur'an atau belum tadi pagi? Sudah sapa suami dengan sapaan terbaik? Ke anak-anak marah atau tidak hari ini? Daaan segudang pertanyaan yang khusus saya tanyakan pada diri sendiri. Seringnya ini hati ngobrol sendiri. Meski mulut rapat terkunci. Seriuuuuus. Siapa yang suka kaya gitu juga? Seru loooh merasakan hati kita bicara. Dengan banyak bahasa dan ekspresi. Personal. Cuma kita yang tau rasanya. Iya kaaan? Kalau dari sekian banyak pertanyaan banyak centang DONE saya bersyukur alhamdulillah. Kare...

Dendam Positif

Gambar
Assalamu'alaikum duniaaaa... Dendam itu ga baik. Betul. Tapi saya punya dendam positif. Beneran loh ini. Ada prolog nya kenapa saya punya dendam dan nilainya positif. Sejak awal menikah, saya tinggal di luar kota Bogor. Sejarak 60-an km sih. Tapi tetap saja saya jadi jauh dari teman-teman. Demi ikut kakanda tercinta, pula pada saat itu memang belum punya rumah. Saya ingat betul, pada saat saya menikah kawan-kawan saya baik kawan SMP atau SMA bahkan kuliah banyak yang hadir mendoakan saya di pelaminan. Sejak itu pula, saya berharap agar bisa membalas kebaikan mereka dan hadir di momen saat mereka menikah. Pula saat wisuda. Namun sayangnya saya jarang bisa hadir. Padahal mereka kawan seperjuangan saya belajar di Kampus atau kawan sekolah. Sedih rasanya. Ada saja uzur nya. Hamil muda, hamil tua, melahirkan, anak masih bayi, Mas sakit, Mas dinas, bukan jadual pulang Bogor. Itulah beberapa alasan. Saat hamil begitu saya tidak boleh keluar rumah sendirian, lebih karena Mas khawat...