Postingan

NAJMA MASA EGOSENTRIS

Gambar
Sekitar usia Najma 18 bulan saya perhatikan Najma banyak berubah. Terutama jadi sering ngambek, agak cengeng dan susah banget di rayunya. Awalnya sempat saya pikir ini bentuk ekspresi dia karena saya sedang hamil lagi. Kan katanya anak meskipun kecil ngeh kalau ibunya sedang 'mendua' karena sedang mengandung. Ada yang bilang dia merasa tersaingi oleh bayi yang dikandung ibunya. Pendapat itu ada benarnya juga sih, tapi saya ga berhenti sampai disitu saya cari tahu ternyata Najma sudah memasuki masa egosentris. Yaitu masa dimana dia mulai fokus dengan hanya dirinya sendiri. Barang atau sesuatu yang dia anggap miliknya akan dia pertahankan, dan dia tunjukkan bahwa itu miliknya, hanya miliknya, yang lain tidak boleh. Najma jadi rewel tiap lihat temannya yang pegang mainan, padahal itu bukan punya dia. Tapi ya karena dia hanya berpusat pada dirinya sendiri akhirnya dia anggap itu semua miliknya, terjadilah rebutan, nangis, heboh. Mulai 'parah' pas datang sepupunya, Naurah...
Gambar
I'm being a preggie mom again alhamdulillah... Kabar gembira ini saya dapatkan sekitar bulan Juni yang lalu, saat saya sadar belum mendapat tamu bulanan yang biasanya rutin datang. Kaget sih sebenarnya, karena hamil lagi dalam waktu dekat sebenarnya hanya jadi candaan saya dan suami kalau lagi ngobrolin masa depan. Tapi entah kenapa setiap lihat anak kecil yang sudah punya adik saya selalu suka. Karena jadi lebih seru pasti rumahnya, dan anak kita jadi ga kesepian sebabnya kehadiran si adik. Terus si mas juga udah bilang untuk nambah pasukan sekarang mumpung insya Allah masih pada sehat (amiiiiin sehat terus ya Allah). Kalau masalah rizki mah, saya dan mas bukan tipe yang perhitungan banget. Soalnya yakin, haqul yaqin malahan kalau anak pada bawa rizkinya masing-masing selama orang tua tetap berusaha untuk taat sama Allah. Namun, saya juga pinginnya ikut program pemerintah, 2 anak cukup. Hehehehe. Karena pertimbangan ini dan itu. Mudah-mudahan Allah perkenankan juga niat kami. :) ...

Najma #21 Month

Gambar
Assalamu'alaikum duniaaaa.... Udah sangat lama ga nge-blog karena kesibukan klasik ngurusin Najma yang udah tambah gede itu, sesuatu banget ya. Apa kabar nya teman-teman? Ramadhan loh sekarang. Mudah-mudahan lancar ya shaum dan ibadah-ibadah lainnya. Mumpung Ramadhan, kudu tambah lama deh duduk di sajadahnya, bikin hati enak dan damai banget. Udah nyoba belum? Menghisabi diri sendiri di atas sajadah itu kebahagiaan murah meriah banget. :) Mau cerita tentang Najma ah... Udah gede loh dia, udah 21 bulan. Udah banyak bisanya. Kosakatanya juga udah banyak lah kalau menurut saya, alhamdulillah. Najma udah bisa ngomong ayah, ibu (ternyata doi lebih nyaman manggil saya Ibu ketimbang Bunda, yoweis ga apa-apa), nenek, kakek, mama (itu artinya Najma), mamam, num (minum), susu, angka 1 sampai 7, ayam, bebek, sapi, gukguk (anjing), iyong (kucing meong maksudnya), cicak, dan lain-lain. Banyak juga lagu-lagu yang suka dia dendangkan kalau lagi main. Sekarang sih lagi hobi banget nyanyi 2 mat...

Wajah Surga

Gambar
Di setiap saya datang ke kota nan cantik ini, sudah pasti kalbu sedang merindu. Rindu menggebu-gebu, terhadap seseorang cantik yang juga selalu menunggu. Umi. Setiap waktu pulang ke Bogor, saya selalu bahagia, senang tak terkira akan berjumpa dengan sosok yang begitu penuh cinta. Iya. Itu ibu saya, Umi saya menyebutnya. Umi selalu menjadi orang pertama yang akan menolong saya, saat masih kecil maupun sudah besar bahkan saat ini, saat saya sudah punya mutiara saya sendiri bernama keluarga kecil yang sedang kami rintis menjadi keluarga bahagia. Seperti dulu, seperti saat saya kecil. Umi dan Ayah berhasil menjadikan saya tumbuh di tengah keluarga yang hangat penuh cinta, penuh optimis, penuh motivasi dan doa. Umi tak pernah buruk dimata saya, kecuali saat itu kala masih remaja. Umi galak, pikir saya. Namun saat ini, saya sudah tahu dan paham semua maksud dari sikapnya. Semata melindungi gadis kecilnya, permata dunia akhiratnya, kami anak-anaknya. Umi sudah tua sekarang, tapi saya ...

Cerita Kejepit Jendela

Gambar
Ada kejadian lucu di siang hari saat santai kemarin. Saya sedang menemani ayah saya mengobrol tentang banyak hal terutama kondisi kesehatan ayah terbaru dan hal-hal seru lainnya yang saya dan Ayah alami saat kami saling berjauhan. Mengobrol dengan orang tua memang sangat mengasyikan, banyak informasi dan hikmah yang bisa kita ambil. Dan itu sudah menjadi kebiasaan di dalam keluarga kami. Najma juga ikut nimbrung dengan kami. Sambil loncat-loncat, nyanyi-nyayi, ikut ngoceh juga, meski tidak nyambung dengan topik yang sedang kami bicarakan. Saat sedang bermain Najma berdiri di kasur, nah, di atas kasur ada 2 buah jendela yang sengaja ditutup karena udara Bogor sedang panas dan anginnya pun panas. Jendela ditutup agar kipas angin bekerja maksimal tentunya. Ternyata Najma melihat bahwa salah satu jendela tidak tertutup rapat, dan mulailah Najma bereksplorasi. Dia memulai dengan menarik dan menutup daun jendela, terlihat sangat gembira karena ada bunyi dug setiap dia menutup jendelanya. ...

MASAK APA HARI INI?

Gambar
"Mas, lagi pingin makan apa nih?", tanya saya. "Terserah adek, makan apa aja. Masakan adek pasti mas makan kok.", si Mas menjawab santai. "Yaaaahh... jangan terserah dong. Bingung aku. Coba deh, sekarang yang ada di kepala mas bayangan masakan enak apa? ntar aku masakin.", saya gemas. "Apa aja dek. Pokoknya yang ga bikin adek susah. Kalau mau masak, ya masak. Kalau lagi ga mau masak, ya kita beli di luar. Gampang kan?" Saya diam, dan tetap gemas. ******** Percakapan rutin antara saya dan mas di setiap akhir minggu sebelum kami berbelanja untuk stock kulkas selama 1 minggu. Sebagai keluarga muda yang masih banyak kebutuhan tentu kami harus pandai-pandai mengatur keuangan jika tidak mau kerepotan di akhir bulan. Tentu saja, saya juga harus selalu memposkan kebutuhan rumah tangga untuk sebulan sesuai dana yang telah disepakati. Jika memang ada rizki tambahan kami memang lebih suka menabungnya atau untuk dana tak terduga yang akan mem...

Pelajaran ahad yang berharga

CINTA DUNIA AKHIRAT Pagi cerah ahad kemarin di sebuah Majlis Ilmu yang selalu berhasil membuat saya merindu. Suasana penuh syahdu, bertemu dengan orang-orang yang juga sedang merindui kalam-kalam Illahi serta ucapan dari sang Kekasih Rasulullah SAW melalui hadis yang dibacakan, serta nasihat-nasihat menyejukkan. Berdoa bersama, ber-riyadhoh memohon agar hati senantiasa dituntun menuju jalan yang selamat baik di dunia maupun akhirat. Berjama'ah. Mengajarkan hati agar mau mengingat Allah, menjauhkan hal-hal yang buruk, serta menempatkan diri di tempat terendah, bermunajat dan mensyukuri apa-apa yang telah hadir di kehidupan ini. Majlis ini selalu memberi kesan ingin kembali, lagi dan lagi. Di majlis ini juga saya belajar banyak hal dari seseorang-yang-sebenarnya-tidak-terlalu-saya-kenal. Sebut saja Ayah. Ia tentu bukan ayah kandung saya, ia adalah ayah dari sahabat kental saya. Ia adalah orang asli Madura. Sudah tentu, menyebut kata Madura pasti sudah bisa tergambar betapa keras...