Postingan

Namaku Saidah, dan hobiku mematikan lampu #part1

Sejak kapan tepatnya, tidak bisa memastikan, namun ternyata saya termasuk orang yang senisitf dengan pencahayaan yang berlebihan. Terlebih jika sudah pagi dan sinar matahari mulai masuk lewat jendela. Saya pasti terganggu jika masih ada lampu yang menyala dirumah atau bahkan rumah tetangga! Aneh memang. Saya sering kepikiran jika ada lampu yang menyala padahal di dalam ruangan itu sedang tidak ada kegiatan apapun dan juga tidak ada orang. Pikiran tersebut datang, saat saya sedang sholat. Maka dari itu, sebelum sholat saya sering cek ruang dan lampu supaya saat sholat saya tidak terganggu.  Lampu dapur, kamar mandi dan kamar yang sedang tidak ada penghuni adalah hal sensitif bagi saya. Jadi saya berusaha memastikan mereka mati jika tidak digunakan. Bagi saya hal yang mubadzir jika banyak penerangan. Dan rasanya kurang nyaman jika rumah terlalu terang benderang. Kecuali untuk penerangan keamanan, seperti lampu teras. Sering saya 'diomelin' mas karena mas lebih suka lampu ruang t...

Nilai Hidup -2021-

Assalamu'alaikum Februari! Awal Januari 2021 saya sudah bikin resolusi tipis-tipis, mencegah stress jika resolusi itu tidak tercapai, hehe. Oiya tetap journaling dong, meski ga tiap hari diisi, tetapi momen penting pasti tertulis. Tidak ada patokan saat menulis jurnal pribadi, karena setiap orang punya cara nyaman untuk mengalirkan pengalamannya. Dan konon journaling membantu kita untuk healing setiap hari. Menyenangkan :) 2021 awal ini ada pelajaran penting yang terjadi pada keluarga kami. Yup, keluarga. Hal tersebut merubah sudut pandang saya terhadap satu permasalahan. Ada motto saya yang selalu saya ingat unconsiously jika terjadi sesuatu dalam relationship . "T here is no way to turn back " alias tidak ada jalan untuk kembali. Sampai 2020 akhir hal tersebut masih jadi pegangan hidup saya. Kalimat serupa juga sering saya lontarkan pada teman-teman jika kemudian mereka bercerita. But life is a humble experience , motto tersebut tidak absolute benar. Pada akhirny...

Mampir Ke Al Kahf Space & Kopi Manyar Bintaro

Gambar
Assalamu'alaikum.. Rencana semalam matang, untuk janjian dengan tukang kebun membersihkan halaman rumah di Ciputat. Sudah tipenya kalau direncanakan terlalu matang, biasanya buyar. Saat konfirmasi ke mas Didik, ia setuju. Berangkat berbarengan untuk ke kantor di sabtu (seperti biasa). Dan disaat yang sama, saya senang. Hehe. Ciputat, Bintaro, Ciledug adalah tempat yang akrab sekali bagi saya. Najma dan Ludi juga lahir disini. Najma di Rumah Sakit Premier Bintaro dibantu oleh Dr. Didi Danukusumo, KFM. Sedangkan Ludi di Rumah Sakit Buah Hati dibantu oleh Dokter Mukhlis, SPOG. Tentu saja keduanya, eh bahkan ketiga anak saya lahir di Tangerang Selatan ini dan semuanya cesar :) Singkat cerita hari itu saya jadi mengantar suami kerja, sembari menunggu tukang kebun yang ternyata bisa datang siang. Saya berkeliling Bintaro, senang juga. Mengitari wilayah yang dulu sering saya datangi. Dari mulai Pasar Modern Bintaro, Lotte Mall, Plaza Bintaro, Bintaro Xchange, dan lainnya. Tapi saya punya ...

Libur Sekolah online 2020 (Semester I)

 Assalamu'alaikum.. Drama sekolah online sementara usai, libur semester 1 tahun ajaran 2020 akan berlangsung. Yipiiiiiiii , alhamdulillah. Sejak Maret ya ternyata kita semua, emak bapak jadi punya tugas baru untuk mendampingi anak-anak sekolah di rumah. Terhitung 9 bulan ini kita struggle , tepuk tangan! Apresiasi diri sendiri, bisa euy ternyata. Hehehe. Cucian piring, baju, setrikaan, masak, belum lagi nyapu ngepel rumah. Berbarengan dengan tugas anak. Kita, Masya Allah hebat :) Menyadari emosi saya yang kaya ayunan, naik dan turun. Juga menyadari saya tidak punya asisten yang stand by . Menyadari equipment di rumah juga tidak maksimal. Sejak hari pertama menerima kabar anak sekolah di rumah, anehnya saya happy . Tidak ada beban berarti, karena buat saya memang anak-anak biasa saya pegang sendiri. Najma tidak les untuk pelajaran sekolah, hingga memang saya sudah jadi guru dari dulu. Ludi yang anak kinestetik murni, artinya dia opposite -nya Najma untuk gaya belajar. Membuat say...

15 Desember 2020 - A Moment -

Assalamu'alaikum.. 15 Desember 2020 nih , 16 hari lagi berganti tahun. Pandemi Covid-19 di negeri sendiri masih belum menunjukan penurunan, vaksin yang akan disebar di seluruh dunia konon akan bertahap, 3 M masih berlaku, masih sering dirumah. Untuk saya pribadi ruang lingkup masih di rumah komplek LIPI dan rumah orang tua KRR. Dengan sederet protokol yang usaha banget untuk dilakukan, pasrah dan berdoa selalu diurutan pertama. Takutnya malah jadi jumawa sendiri dengan segala kerepotan itu, tapi malah lupa sama hal penting bernama Tawakal :) Sejujurnya beberapa minggu ini energi saya seperti terserap ke bawah bumi, kaya keseret dengan gaya gravitasi. Iya, apalagi kalau bukan karena di lingkar teman sendiri sudah ada yang terinfeksi dan berita duka kehilangan atas kepulangan selama-lamanya dari orang yang tidak asing bagi hidup saya. Meski, yakin banget sudah jalannya. Tapi ada kenangan yang tertinggal di memori dari nama-nama orang yang berpulang duluan itu. Ini semua mengajarkan s...

Haruskah anak kita menjadi Choi Taek? #Reply1988

Gambar
 Assalamu'alaikum .. Telat sekali nonton drama ini, 2015 padahal dia udah tayang. Saya baru nonton di 2020 akhir. Tapi malah jadi jatuh cinta sekali dengan cerita dan semua tokohnya. Aneh sih di sebuah drama tidak ada sama tokoh jahat. Sempat buruk sangka ke Sung Bora karena ya ampun, galak banget. Sama orang tua berani teriak-teriak. Tapi ternyata ada begitu dia begitu. Ada tokoh yang sejak muncul karena saya penasaran dan tidak menyesal jadi tim-nya sejak awal. Drama ini berhasil membelah dua massa. Yup , #timJunghwan VS #timTaek ramai jadi tagar di dunia maya kala itu, bahkan sampai sekarang. Tapi tentu tanpa ragu saya dengan bangga menjadi #timTaek dong . Choi Taek yang anak tunggal, ibunya sudah meninggal saat ia kecil, bapaknya yang hampir saja jadi orang 'tidak berguna' di kampung akibat kesedihan mendalam ditinggal istri tercinta. Anak bapak hidup ini berubah sejak memutuskan pindah ke Seoul dan menetap di Gang Ssamundong. Anak yang ternyata jenius ini punya bany...

Ga suka kita? Ya tidak apa :)

 Assalamu'alaikum.. Sebaik-baiknya perlakuan, akhlak, tutur kata dan perbuatan kita adalah hal yang mustahil jika kita mengharap semua orang setuju dan akhirnya menyukai kita. Dengan kesadaran seperti itu, akhirnya kita punya pakem yang jelas tentang kehidupan sosial kita yang tanpa transaksi. Alias santai dan tulus :) Menyedihkan kalau melihat saya yang dahulu ( eh gimana?) iyaa dulu kan masih belajar ya, jadi sering sekali salah persepsi. Untuk hubungan sosial pun tanpa saya sadari, saya sedikit pamrih. Bukan dalam artian menghasilkan uang atau logam mulia (hehehe). Tapi saya berharap kembalian dari perbuatan (yang saya pikir) baik. Sering kecewa akhirnya. Baper. Dan akhirnya makan hati. Parahnya lagi bawaanya su'udzhon . Sempit sekali hati ini saat itu. Ga mau lagi :) Saat memutuskan untuk berani keluar rumah, artinya saya siap berhadapan dengan ragam karakter, pemikiran, bahkan berhadapan dengan ragam physical appearance . Ya karena memang sebanyak itu warna dalam hidup, ...